Regional

Dugaan Pencurian TBS di Afdeling 4 Kebun Marihat Disorot, Manajemen Diminta Transparan

×

Dugaan Pencurian TBS di Afdeling 4 Kebun Marihat Disorot, Manajemen Diminta Transparan

Sebarkan artikel ini
Dugaan Pencurian TBS di Afdeling 4 Kebun Marihat Disorot, Manajemen Diminta Transparan

Dailyposnesia, Simalungun Dugaan kehilangan Tandan Buah Segar (TBS) dalam jumlah besar di Afdeling 4 Kebun Marihat, Blok LM TT 2020, kembali menjadi perhatian. Peristiwa yang disebut-sebut terjadi sekitar tujuh bulan lalu itu hingga kini dinilai belum ditangani secara terbuka dan menyeluruh.

Informasi yang diperoleh dari sejumlah sumber menyebutkan, kejadian tersebut berlangsung pada siang hari, saat kepemimpinan kebun baru saja dijabat oleh Manajer Andi Sahatma Purba bersama Korkam N. Simajuntak. Jumlah TBS yang diduga hilang diperkirakan mencapai ratusan tandan. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara rinci kronologi maupun tindak lanjut penanganan kasus tersebut.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait pengamanan aset perusahaan di lingkungan Kebun Marihat. Sumber internal menyampaikan bahwa dugaan kehilangan TBS di Afdeling 4 bukan hanya terjadi satu kali, melainkan diduga berulang. Modus yang digunakan pun dinilai semakin terstruktur, sehingga memunculkan dugaan adanya pihak-pihak yang memahami pola operasional kebun.

Baca Juga :  RDP DPRD Pematangsiantar dengan PTPN III dan BPN Sebut Sertifikasi HGU Masih Status Aktif

“Sulit dibayangkan pencurian dalam jumlah besar bisa terjadi tanpa ada yang mengetahui, apalagi dilakukan pada siang hari,” ungkap salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa sempat dilakukan penertiban pascakejadian, dengan penyitaan sebagian TBS dari wilayah permukiman sekitar. Namun, langkah tersebut dinilai belum menjawab secara tuntas ke mana sisa TBS lainnya dan mengapa peristiwa ini tidak sampai menjadi laporan resmi yang terbuka ke tingkat manajemen lebih tinggi.

Afdeling 4 Kebun Marihat sendiri disebut-sebut sebagai salah satu area yang rawan kehilangan hasil panen. Beberapa titik seperti Negeri Asih TT 2010, Kukdong TT 2020, dan Pondok 7 TT 2020 kerap disebut sebagai jalur yang diduga rawan penyalahgunaan distribusi buah sawit.

Baca Juga :  Kapolres Bersama Forkopimda Simalungun Gelar NPHD Guna Stabilitas dan Pengembangan Simalungun

Selain itu, muncul pula sorotan terhadap fluktuasi hasil panen di wilayah tersebut. Di beberapa periode, produksi dari area yang luas dilaporkan menurun signifikan, bahkan hanya mencapai belasan ton. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan internal terkait kesesuaian antara luasan panen dan hasil yang tercatat.

Atas situasi tersebut, sejumlah pihak berharap jajaran Direksi PTPN IV PalmCo dapat memberikan perhatian serius dengan melakukan evaluasi menyeluruh. Transparansi dan penegakan tata kelola dinilai penting guna memastikan perlindungan aset perusahaan sekaligus menjaga kepercayaan publik.

Hingga berita ini disusun, redaksi masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari Manajer Grup Unit I Regional 2, Maseli Lahagu, serta Manajer Kebun Marihat, Andi Sahatma Purba, terkait dugaan kehilangan TBS di Afdeling 4. Namun, sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan yang diterima redaksi. (Tim)